Joe Manaloe (Ketua Umum FORKI Kota Serang)
Gigih, Ulet, dan Berkorban Mengasah Potensi Atlet

DAHULU disepelekan, kini ditakuti lawan. Posisi tanding seperti itulah yang kini mulai menempel dalam tubuh karateka pelajar Kota Serang.

Kilas balik ke tahun 2015, saat pelaksanaan Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) VII di Bandung, Jawa Barat. Ketika itu, tim karate pelajar Banten hanya mampu meraih dua perak dan satu perunggu. Dengan kondisi seperti itu, karateka Banten tidak masuk dalam katagori lawan yang harus diperhitungkan oleh daerah lain.

Dalam selang waktu dua tahun, tim karate pelajar Banten memberikan kejutan. Pada Popnas XIV/2017 di Semarang, Jawa Tengah, tim karate Banten berhasil mengukir sejarah dengan meraih tiga medali emas.

Perlu menjadi catatan khusus, tiga medali emas bagi Banten dipersembahkan dua karateka “putra/putri daerah” Kota Serang. Mereka adalah Marzella Sekar Damayanti yang turun di nomor Kata (jurus) perseorangan putri dan ┬áKumite kelas – 48 kg putri. Satu medali emas disumbangkan putra daerah Kota Serang, M. Besnuh Billy Bilmona di nomor Kumite kelas + 76 kg putra.

“Runcingnya taring” karateka Kota Serang saat berlaga pada Popnas 2017, muncul karena kegigihan, keuletan, dan pengorbanan Ketua Pengcab FORKI Kota Serang, Joe Manaloe. Dalam waktu satu tahun lebih, Joe berhasil mengasah kemampuan yang dimiliki atletnya. Hingga taringnya tajam saat berlaga di Popnas dan Kejurnas Piala Penglima TNI, yang membuat mereka masuk Pelatnas untuk menghadapi World Karate-Do Federation (WKF) 2017 di Spanyol.

“Saat karate tidak mendapat emas di Popnas Jawa Barat saya kecewa, ditambah hasil sama di PON Jabar. Setelah itu, saya bertekad memperbaiki prestasi dengan mengubah pola latihan. Jika sebelumnya seminggu dua kali, dipadatkan menjadi enam hari,” katanya.

Joe yang menjabat Ketua Harian Inkai Banten ini menambahkan, hal yang terpenting dalam pembinaan adalah bertanding.

“Di karate, kami memiliki slogan ‘latihan.. latihan…, dan bertanding’. Sebagus apapun pola latihan tidak akan terlihat hasilnya jika tidak bertanding dalam sebuah kejuaraan. Oleh karena itu, dalam satu bulan karateka Kota Serang minimal mengikuti satu kejuaraa,” katanya.

Hasil dari kegigihan, keuletan, dan pengorbaan Joe Manaloe dalam membina atlet, kini mulai dirasakan. Tiga emas Popnas dan dua karateka junior, Marzella dan Billy masuk Pelatnas WKF.

“Kunci sukses menuju prestasi, adalah orang tua yang mendukung, atlet penuh semangat, pelatih berkualitas, dan pengurus yang rela berkorban,” katanya. (VANS)

2 tanggapan untuk “Joe Manaloe (Ketua Umum FORKI Kota Serang)
Gigih, Ulet, dan Berkorban Mengasah Potensi Atlet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *